RENUNGAN ANAK - SERI BAPA DAN AKU

WARISAN

AYAT MAS : Lukas 12:32  “Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.”

 

RENUNGAN:

Surga itu kayak apa sih? Ada nggak yang pernah ke sana? Manusia bisa pergi ke bulan dan kembali lagi ke bumi. Tapi belum ada yang pergi ke surga dan kembali lagi ke bumi. Tidak akan pernah ada, kecuali….. Tuhan Yesus! Dari Dialah kita tahu surga itu ada.

 

Tuhan adalah Bapa kita yang menyediakan surga sebagai warisan untuk kita orang percaya. Di Alkitab digambarkan surga adalah tempat yang sangat indah. Temboknya dari permata, pintu gerbang dari mutiara, jalannya dari emas murni (Wahyu 21:18-21). Indah sekali, bukan?

 

Tidak ada kerajaan di dunia ini yang bisa menyamai keindahan dan kemulian surga. Kapan kita bisa masuk surga? Sekarang ini HAK kita untuk MEWARISI surga sudah diberikan. Tapi kita benar-benar masuk ke sana, tentu saja setelah kita meninggalkan dunia ini, yaitu setelah kita mati nanti. Tubuh kita mati, roh kita masuk surga. Sabar saja ya. Saatnya akan tiba bagi ita semua. Tunggu sampai Bapa panggil kita pulang ke rumah kita, yaitu surga, warisan kita dari Bapa.

 

DOA : Terimakasih Bapa, karena sudah memberiku warisan yang tiada terkira harganya. Terimakasih sudah memberiku kepastian hidup kekal di sorga bersama dengan Engkau. Aku akan setia menunggu sampai Engkau menjemputku kesana. Dalam Nama Yesus aku berdoa. Amin.


Renungan Remaja, 26 JUNI 2020 "KALAHKAN RAKSASAMU"

Bacaan Alkitab: 1Samuel 17:1-58
Ayat Mas: 1 Yohanes 5:4 " sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita."

RENUNGAN:
Daud anak yang pemberani. Sejak kecil dia sudah terbiasa menggembalakan ternak milik ayahnya. Setiap hari dia hidup di padang yang penuh bahaya. Ada binatang buas yang setiap saat bisa mengancam ternaknya dan dirinya sendiri. Tetapi Daud tidak pernah merasa takut, karena dia tahu Tuhan selalu menyertainya. Daud sangat percaya TUHAN yang telah melepaskan dia dari cakar singa dan dari cakar beruang. 

Suatu hari Daud disuruh ayahnya mengirim bekal makanan kepada kakak-kakaknya yang sedang berperang melawan bangsa filistin. Ternyata di sana, seluruh pasukan Israel, termasuk raja Saul sedang ketakutan. Kamu tahu kenapa? Mereka sedang ketakutan karena ada seorang raksasa yang tingginya hampir 3 meter, memakai baju dan helem tembaga, membawa tombak besar dan pedang yang besar. Nama raksasa itu Goliat. Raksasa itu setiap pagi dan sore selama 40 hari berteriak-teriak menakuti pasukan Israel dan tidak seorang pun dari pasukan tentara Israel yang berani melawannya.
Ketika Daud tiba di sana, ia merasa marah mendengar nama Tuhan dihina oleh Goliat. Itu sebabnya Daud minta ijin raja Saul untuk melawan raksasa itu. Banyak orang meragukan Daud, termasuk kakak-kakaknya. Daud hanya anak kecil sedang Goliat raksasa yang besar. Daud hanya memakai baju gembala dan tongkat gembala, sedangkan Goliat memakai baju dan helm tembaga serta membawa senjata tombak dan pedang. Tetapi Daud tidak takut, karena dia percaya, Tuhan selalu menyertainya.
Kata Daud," "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau..." Daud sangat berani karena ia percaya pada kemampuan Tuhan yang Mahakuasa yang menyertainya. Dan Daud berhasil mengalahkan raksasa Goliat karena Tuhan menyertainya.

Dalam hidupmu mungkin suatu saat kamu akan menghadapi "raksasa-raksasa" seperti Goliat. Mungkin raksasa itu bernama TAKUT, MINDER, BODOH, MISKIN, NARKOBA, dsb...mereka siap menghadangmu dan mengalahkanmu. Tetapi kalau kamu percaya Tuhan, kamu pegang setiap Firman-Nya, maka kamu tidak perlu takut. Seperti dalam 1 Yohanes 5:4 " sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita." Kamu hanya perlu punya iman dan percaya kepada Tuhan bahwa Tuhan mampu memberimu kemenangan maka kamu pasti bisa mengalahkan 'raksasa-raksasamu'.

*DOA:* Tuhan, beri aku iman seperti Daud, agar aku memiliki keberanian dalam menghadapi semua yang membuatku takut dan merasa kecil. Aku percaya Tuhan mahakuasa, maka aku tidak perlu takut bila aku berjalan bersama-Mu. Amin.

Renungan Remaja, 25 JUNI 2020 "PENAKUT YANG JADI PEMBERANI"

Bacaan Alkitab: Hakim-Hakim 6:1-40, 7:1-8:3
Ayat Mas: 2 Timotius 1:7 " Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."

RENUNGAN:
Bangsa Israel mengalami ketakutan karena orang Midian menjajah mereka selama tujuh tahun. Bangsa Israel mengalami ketakutan dan jatuh miskin. Setiap kali mereka menanam, hasilnya dirampas oleh orang Midian. Karena ketakutan orang-orang Israel membuat tempat-tempat persembunyian dan tinggal di goa-goa. Bangsa Israel merasa sangat menderita dan berseru kepada Tuhan. Maka Tuhan melihat umat Israel merasa kasihan, lalu Dia mengutus malaikatnya menemui seorang pemuda yang bernama Gideon.

Ketika malaikat Tuhan datang menemui Gideon, anak muda itu sedang mengirik gandum di tempat persembunyian agar tidak dilihat oleh orang Midian. Tuhan mengutus Gideon untuk memimpin bangsa Israel melawan orang Midian. Tetapi Gideon masih takut. Ia ragu-ragu apakah ia akan menang. Kemudian Gideon minta tanda kepada Tuhan. Dua kali dia minta tanda dan Tuhan menyatakan tanda yang ajaib kepadanya. Anak muda yang penakut itu mendadak menjadi pemberani dan siap memimpin bangsa Israel, karena dia yakin dan percaya kalau Tuhan benar-benar akan menyertai dia dan akan menolong dia mengalahkan bangsa Midian yang menjajah mereka.

Tuhan membawa Gideon yang penakut pada sebuah "Mission Immposible", karena ia harus berperang melawan bangsa Midian dengan pasukan yang berjumlah 300 orang, sedangkan bangsa Midian berjumlah puluhan ribu orang. Tuhan ingin menunjukkan kepada Gideon yang penakut itu, bahwa Tuhan itu mahakuasa dan tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Tuhan ingin menunjukkan bahwa orang kecil yang penakut bisa mengalahkan pasukan yang besar, bila Tuhan menyertainya. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, tetapi juga tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Perang yang dilakukan Gideon itu juga sangat mustahil, bagaimana mungkin melawan puluhan ribu pasukan Midian hanya bersenjata obor, terompet dan buyung tempat air. Tetapi dengan cara yang mustahil itu, Tuhan memberikan kemenangan kepada Gideon dan bangsa Israel.

Apakah kamu sedang mengalami ketakutan? Apakah kamu sering dibilang anak penakut? Berdoalah kepada Tuhan untuk memberimu keberanian. Firman Tuhan dalam 2 Timotius 1:7 berkata: "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." Kalau kamu percaya Tuhan itu hebat, Tuhan itu mahakuasa, maka kamu nggak perlu takut lagi. Kamu ingat lagu ini :Aku pahlawan kecil, Yesus panglimaku. Tuhan di pihak kita...siapakah lawan kita..tidak ada! Bila Tuhan bersamamu, kamu nggak perlu takut lagi. Oke...

DOA: Tuhan berikan aku keberanian menghadapi ketakutanku. Aku tidak perlu takut lagi, karena Engkau yang mahakuasa selalu menyertaiku. Amin

Renungan Remaja, 24 JUNI 2020 "BERPIKIR POSITIF"


Bacaan Alkitab: Bilangan 13:1-33, 14:1-38
Ayat Mas: Bilangan 14:9 " Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; jangan takut kepada mereka."

RENUNGAN:
Ada 12 orang yang diberi misi oleh Musa untuk menyusup dan mengintai tanah Kanaan. Mereka bertugas untuk mengamat-amati keadaan tanah Kanaan, supaya Musa bisa mengukur kekuatan saat mereka harus berperang dengan bangsa-bangsa yang menduduki tanah Kanaan. Setelah beberapa hari mengintai, mereka pun kembali kepada Musa untuk memberi laporan. Dari kedua belas orang pengintai itu, sepuluh orang tidak percaya bahwa Tuhan sanggup menolong mereka masuk ke tanah Kanaan. 

Hanya dua orang yang percaya bahwa Tuhan berkuasa menolong mereka masuk tanah perjanjian itu. Akibat ketidakpercayaan bangsa Israel yang telah dihasut oleh sepuluh orang pengintai yang tidak percaya, Tuhan membuat mereka berputar-putar di padang gurun 40 tahun lamanya. Setelah 40 tahun tersebut, Yosua dan Kaleb, dua orang pengintai yang percaya kepada Tuhan, masuk ke tanah perjanjian, sedangkan sepuluh orang pengintai yang tidak percaya itu mati di padang gurun. Sepuluh pengintai yang takut berkata, “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat daripada kita” (Bil. 13:31).

Tetapi dua orang yang bernama Yosua dan Kaleb, memiliki kepercayaan bahwa sekalipun orang-orang Kanaan itu menakutkan, Tuhan akan menolong mereka mengalahkan mereka. Yosua berkata: " Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka."
Yosua dan Kaleb percaya akan janji dan penyertaan Tuhan. Mereka tidak takut berkata benar, sekalipun bangsa Israel akan membenci mereka dan akan melempari mereka dengan batu. Tetapi Tuhan berkenan kepada Yosua dan Kaleb, semua orang yang berkata negatif itu dihukum Tuhan, tetapi Yosua dan Kaleb disayang Tuhan, bahkan dari semua orang Israel yang keluar dari Mesir, hanya mereka berdua yang diijinkan Tuhan masuk ke Tanah Kanaan. Bahkan Yosua dipilih Tuhan untuk menggantikan Musa memimpin bangsa Israel masuk tanah Kanaan. Yosua berkata benar, berpikir positif dan percaya pada janji Tuhan. Mereka tidak terpengaruh oleh kesepuluh temannya.

Demikian juga hendaknya kamu, bersikap seperti Yosua dan Kaleb. Tidak mudah terpengaruh oleh dunia. Tidak mudah terpengaruh oleh teman-temanmu dan lingkunganmu. Sekalipun banyak orang melemahkan imanmu, berkata kamu tidak mungkin berhasil, kamu harus tetap percaya pada Tuhan. Percaya pada Firman-Nya, bahwa Tuhan akan membuat masa depanmu penuh harapan. Tuhan akan menyertai kamu mencapai tanah Kanaanmu, mimpimu, cita-citamu. Jadi, tetaplah berpikir positif, optimis, bahwa kamu akan berhasil, sekalipun banyak tantangan dan hambatan.

DOA: Tuhan, ajar aku mempercayai setiap firman-Mu, tidak mudah terpengaruh dengan keadaan dunia ini. Terimakasih Tuhan. Amin

Renungan Remaja, 23 JUNI 2020 "KAMU PASTI BISA"

Bacaan Alkitab: Keluaran 2:23 - 4:17
Ayat Mas: Mazmur 108:14 "Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita."

RENUNGAN:
"Tuhan, aku ini nggak pandai bicara...Suruhlah orang lain untuk membawa pesan-Mu" Kira-kira begitulah jawaban Musa, ketika Tuhan memanggil Musa dan mengutusnya untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan bangsa Mesir. Musa merasa tidak pintar bicara apalagi bila bertemu dengan raja Firaun, penguasa bangsa Mesir. Kalau dalam bahasa sekarang, Musa berkata, "Tuhan aku nggak bisa...aku nggak sanggup..."

Bukankah kamu juga sering berkata begitu,"Aku nggak bisa. Aku nggak sanggup. Mana mungkin. Aku ini orang miskin. Aku ini ada kekurangan. Aku cacat. Dan sebagainya..." Coba kamu baca cerita ini...
Suatu saat, ketika balon yang bisa terbang masih menjadi sesuatu yang mengherankan, ada seorang tukang balon sedang menjual balonnya. Dia memompa balon merah dan menerbangkannya. Tak lama dia menerbangkan balon warna hijau, warna kuning. warna putih. Banyak anak yang datang dan membeli balon itu. Tak jauh dari situ ada 4 anak negro, kulit hitam, sedang berbisik satu sama lain, dari tadi yang terbang merah, hijau, kuning, putih, tapi hitam tidak terbang-terbang. Kemudian anak-anak itu mendekati penjual balon saat sedang sepi. Mereka bertanya,"Pak, bisakah yang hitam terbang juga?" Penjual balon itu menjawab dengan tersenyum,"Yang hitam juga bisa terbang, anak-anak. Yang membuat balon bisa terbang, bukan warna kulitnya, tapi gas yang ada di dalam balon itu." Kemudian penjual balon itu mengisi balon hitam dengan gas lalu menerbangkannya. Keempat anak negro itu bersorak kegirangan,"Yang hitam ternyata bisa terbang juga!"

Yang membuat kamu bisa, bukan keadaan fisikmu, bukan keadaan orang tuamu, bukan warna kulitmu, bukan sukumu, tapi apa yang ada dalam dirimu. Kalau kamu punya Tuhan Yesus dalam dirimu, kamu bisa melakukan perkara-perkara besar.

Ketika Musa beberapa kali merasa nggak mampu, nggak bisa, Tuhan menyatakan kuasa-Nya. Tuhan menunjukkan mujizat-Nya di depan Musa. Tongkat yang di tangannya bisa berubah menjadi ular. Tangannya yang sehat mendadak sakit kusta/lepra. Kemudian Tuhan menyembuhkannya. Ketika Musa merasa nggak mampu dan dia berterus terang kepada Tuhan, Tuhan menyatakan kuasa-Nya. Dan ketika Musa bersedia menerima perintah Tuhan, maka kuasa Tuhan dinyatakan. Sepanjang hidup Musa mengalami kuasa Tuhan. Tuhan benar-benar membela Musa.

Kalau kamu mau taat kepada Tuhan, mau menyerahkan hidupmu pada Tuhan, mau menyerahkan kekuranganmu kepada Tuhan, maka Tuhan akan menyatakan kuasa-Nya dalam hidupmu. Kamu tidak perlu minder, tidak perlu merasa kecil, bila Tuhan Yesus ada dalam hidupmu. Sebab Ia besar, Ia hebat, maka kamu pun bisa menjadi besar dan hebat juga. Bersama Tuhan, kamu bisa melakukan hal-hal yang besar dan hebat.

DOA:
Tuhan aku menyerahkan hidupku dan kekuranganku kepada-Mu. Aku mau mengikuti segala perintah-Mu, agar aku melihat kuasa-Mu dinyatakan dalam hidupku. Amin.

Renungan Remaja, 22 Juni 2020 "MENJADI SAHABAT TUHAN"

Bacaan Alkitab: Kejadian 18:1-15, 22:1-19
Ayat Mas: Kejadian 12:3 "Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

RENUNGAN:
Apakah kamu tahu presiden kita? Apakah kamu kenal dia? Apakah dia kenal kamu? Apakah kalau tahu saja sudah bisa dibilang kamu sahabat Presiden? belum bukan. Apakah kalau kenal saja sudah bisa dibilang sahabat presiden? Belum juga. Lalu bagaimana supaya bisa disebut sahabat presiden? Kamu harus tahu dia, harus kenal dia, dan hidup dekat dengan dia, bergaul setiap hari, itu baru disebut sahabat. 

Kamu tahu Tuhan Yesus? Kamu kenal Dia? Apakah kamu sudah bisa disebut sahabat Tuhan kalau kamu hanya tahu dan kenal Dia? Tentu tidak. Kamu harus mengenal Dia dan bergaul dengan Dia. Caranya bagaimana?

Hari ini, kita akan belajar dari Bapa Abraham. Dia disebut sahabat Tuhan, karena Dia dekat dengan Tuhan. Tuhan sering bicara pada Abraham. Tuhan bahkan sempat mampir di kemah Abraham. Dan ketika Tuhan akan menghukum kota Sodom Gomora tempat tinggal Lot, ponakan Abraham, Tuhan bilang sama Abraham. Tuhan mau berbagi cerita dengan Abraham, karena dia sahabat-Nya. Abraham juga bisa menyatakan isi hatinya kepada Tuhan, karena dia sahabat-Nya. Bahkan Tuhan membuat perjanjian dengan Abraham tentang keturunannya.

Suatu hari Tuhan berjanji memberi Abraham seorang anak, dan janji itu ditepati Tuhan. Abraham senang sekali. Tetapi tiba-tiba Tuhan berkata, persembahkan anakmu. Kamu tahu, kalau jaman dulu dipersembahkan itu berarti harus dibunuh dan dibakar di atas mezbah. Bayangkan, itu permintaan sahabat yang sangat berat. Tetapi karena Abraham percaya pada kebaikan hati Tuhan, dia percaya pada kebaikan hati sahabatnya, maka Abraham mempersembahkan Ishak anak satu-satunya. dan benar saja, Tuhan hanya menguji Abraham, benarkah ia seorang sahabat yang baik. Sejak itu Abraham disebut Bapa orang percaya atau orang beriman.

Kamupun bisa menjadi sahabat Tuhan. Kenali Dia. Izinkan Dia masuk dalam hatimu. Panggil Dia, ajak Dia ngobrol atau berbincang-bincang dalam doamu. Sapa Dia saat kamu bangun, saat kamu mau tidur, saat kamu dimana saja, kamu juga bisa menyapa Dia. Kenali isi hati-Nya dengan membaca Alkitab. Turuti firman-Nya, dan kamu akan disebut sahabat-sahabat Tuhan. Kamu tahu kalau kamu menjadi sahabat Tuhan, Dia akan membelamu dimanapun kamu berada. Seperti janji Tuhan pada Abrahan "Tuhan akan memberkati orang yang memberkati kamu dan akan menghukum orang yang berbuat jahat kepadamu"

DOA: Tuhan, aku mau menjadi sahabat-Mu. aku mau turuti firman-Mu. Aku ingin mengenal-Mu lebih dekat lagi agar aku bisa memahami isi hati-Mu. Amin.

Renungan Remaja, 21 Juni 2020 "TAAT ITU SELAMAT, BELAJAR DARI NUH"

Bacaan Alkitab: Kejadian 6:9-22, 7:1-24
Ayat Mas: Kejadian 6: 22 "Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya."

RENUNGAN:
Nuh dan ketiga anaknya, Sem, Ham dan Yafet, hidup di zaman yang jahat. Orang-orang pada masa itu berbuat sesuka hatinya sehingga membuat Tuhan sedih. Tuhan merasa menyesal telah menciptakan manusia. Tuhan bisa marah, karena kejahatan manusia di bumi. Tetapi Tuhan melihat satu keluarga yang masih menjaga hidupnya berkenan di hati Tuhan. Nuh dan keluarganya, sekalipun hidup di antara orang-orang yang tidak takut akan Tuhan, tetap menyembah Tuhan. Tetap mengasihi Tuhan dan tetap taat kepada Tuhan.

Ketika Tuhan melihat keluarga Nuh, Tuhan tidak tega kalau keluarga yang baik ini ikut binasa. Itu sebabnya Tuhan memanggil Nuh dan menyuruhnya membuat bahtera. Perintah Tuhan sangat teliti. Bahtera yang harus dibuat Nuh harus dari kayu gofir, ukuran bahtera itu harus 
Dan Nuh melakukannya tepat seperti yang diperintahkan Tuhan. Tidak ada satu perintah Tuhan yang terlupakan oleh Nuh dan keluarganya. Mereka dengan tekun membuat bahtera itu setiap hari sampai bertahun tahun. Ada ahli-ahli Alkitab berkata bahwa Nuh mengerjakan bahtera itu selama 120 tahun. Sambil ia membangun bahtera, ia juga memberitahukan akan datangnya air bah kepada orang-orang di sekitarnya, sekalipun mereka tidak mendengarkan Nuh. 

Ketika hujan turun selama 40 hari 40 malam, keluarga yang taat itu selamat. Mereka terapung-apung di tengah samudera dunia yang luas selama hampir satu tahun. Semua manusia binasa, semua kehidupan di bumi binasa, tetapi Nuh bersama istri, ketiga anaknya, ketiga menantunya dan binatang-binatang yang ada dalam bahtera, mereka semua selamat. Ketaatan Nuh, membawa keselamatan keluarganya. Ketaatan Nuh, menciptakan sebuah kehidupan yang baru di bumi.

Tuhan sayang pada anak-anak yang taat. Ketaatan itu tidak sulit, hanya kita menurut saja pada Firman-Nya. Ketaatan itu sebenarnya untuk kebaikan kita, supaya hidup kita selamat dari api neraka, supaya hidup kita diberkati, supaya kita bisa hidup selama-lamanya bersama Bapa di sorga. Kamu juga bisa menjadi anak yang taat. Taat pada otoritas yang benar loh. Otoritas yang benar itu adalah Tuhan dan orang tua. Jadi kamu harus taat pada Tuhan dan orang tua, bukan taat pada teman atau orang lain. Kalau kamu taat, selain kamu menjadi selamat, kamu juga akan menjadi kesayangan Tuhan dan orang tuamu. Ayo, belajar taat mulai sekarang.

DOA: Tolong aku Tuhan untuk selalu taat kepada-Mu. Tolong aku menjadi anak yang menuruti firman-Mu dan dengar-dengaran pada nasihatmu. Agar aku selamat, agar aku beruntung dan diberkati. Amin.

RENUNGAN ANAK - SERI BAPA DAN AKU

DIKASIHANI


AYAT MAS: Maleakhi 3:17 Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.

RENUNGAN:
Pernahkah kamu menggerutu kepada Tuhan? Atau mungkin marah pada Tuhan karena tidak mengabulkan doamu? Sebenarnya pantaskan kita marah kepada Tuhan? Tentu saja tidak pantas. Tapi Tuhan tidak marah menghadapi sikap kita. Ia juga tidak langsung menghukum pada saat kita berbuat dosa. Malah Firman Tuhan mengatakan,”Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, (Mazmur 103:10)

Mengapa? Karena Ia adalah Bapa kita yang mengasihani kita. Karena rasa kasihNya kepada manusia Ia rela menyerahkan anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus untuk mati disalib.
Yesus mati supaya dosa-dosa kita diampuni. Da setelah Ia selesai melakukan tugas itu, Dia bangkit kembali memberi kemenangan bagi kita. Jadi jika sampai sekarang kita masih hidup dan menerima berkat Tuhan, itu semata-mata karena Tuhan mengasihi kita. Jadi kita seharusnya bersyukur akan kasih Tuhan, akan berkat Tuhan dan atas kesempatan yang Tuhan berikan agar kita bisa memperdaiki diri lebih baik lagi.

DOA: Bapa, aku tidak mau menggerutu bila sesuatu terjadi padaku, tetapi ajarku bersyukur karena kasih Tuhan tetap ada buatku. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.
#renunganharian #renungananak #renunganracil #rajawalikecil #kakyudi_racil

RENUNGAN ANAK - SERI BAPA DAN AKU

BAPA LEBIH TAHU
AYAT MAS: Matius 6:32b Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

RENUNGAN:
Kepada siapa kita meminta bila kita mengingini sesuatu? Biasanya kita memintanya kepada orang tua kita, bukan? Merekalah yang biasanya menyediakan keperluan kita, mulai dari makanan, pakaian, buku-buku, mainan, dan….semuanya deh. Apakah mereka memberikan segala yang kita minta? Tentu tidak kan? Kadang orang tua kita menolak memberikan apa yang kita minta. Coba tanyakan pada orang tuamu apa alasan mereka menolak permintaanmu.

Bagaimanakah dengan Bapa kita di sorga? Apakah Ia selalu memberi apa yang kita minta kepada-Nya? Bapa di sorga adalah Pencipta alam semesta. Ia berkuasa memenuhi semua kebutuhan kita. Karena itu mintalah kepada-Nya apa yang ada dalam hatimu. Tetapi kalau Tuhan menjawab “tidak”atau “tunggu” kita tidak boleh marah. Kita harus menerimanya dengan hati percaya bahwa Dia pasti akan memberinya. Kita harus terus berdoa sampai Tuhan menjawab doa kita. Karena Bapa di sorga paling tahu apa yang kita butuhkan dan bukan yang kita inginkan. Dan Bapa akan memberikan apa yang kita minta tepat pada waktu-Nya. 

DOA: Bapa di sorga, terimakasih karena Bapa selalu mengerti yang kami perlu. Ajar aku bersabar menunggu waktu-Mu, bila apa yang kudoakan belum Tuhan kabulkan. Ajar aku tetap berdoa dan terus berharap pada-Mu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin

RENUNGAN ANAK - SERI BAPA DAN AKU

BAPA INGAT

 

AYAT MAS: Kolose 3:23 “apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

 

RENUNGAN :

Suatu ketika Tuhan Yesus menceritakan tentang surga. Ia melukiskan orang percaya sebagai domba-domba yang berada di sebelah kanan-Nya dan memuji mereka, kata-Nya,”Terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu. Sebab ketika aku lapar, kamu memberi Aku makan, ketika Aku sakit, kamu mengunjungi Aku dan memperhatikan Aku….”

 

Orang-orang percaya itu bingung karena mereka tidak ingat kapan mereka pernah melakukan itu semua bagi Tuhan.

 

Nah adik-adik, apakah kamu ingat kapan terakhir memberi uang kepada pengemis? Kapan kamu pernah memberi sumbangan kepada orang yang kelaparan atau orang yang terkena bencana alam? Mungkin kamu juga tidak ingat lagi perbuatan baik kamu yang kamu lakukan kepada orang lain. Pada saat kamu berbuat kebaikan tidak ada orang yang tahu dan tidak ada orang yang memuji. Tetapi ketahuilah bahwa Tuhan melihat. Bapa Sorgawi memperhatikan kebaikan kita yang tersembunyi.

 

Mengapa Tuhan mengatakan kepada orang percaya bahwa mereka berbuat kebaikan itu untuk Dia? Karena setiap kebaikan yang kita perbuat untuk orang lain sebenarnya kita lakukan juga untuk Bapa di sorga. Dan semuanya itu, pasti diingat-Nya. Jadi, jangan berhenti berbuat baik.

 

DOA: Bapa di surga, terimakasih telah memberiku banyak hal baik, ajar aku selalu berbuat baik juga terutama untuk mereka yang sedang membutuhkan pertolongan. Dalam Nama Yesus aku berdoa. Amin.


Followers