Home » » BERCERITA DI SEKOLAH MINGGU

BERCERITA DI SEKOLAH MINGGU


Dua pertiga dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru ditulis dalam bentuk cerita. Mengapa? Allah mengenal kesanggupan manusia yang mudah belajar melalui mendengar sebuah cerita. Dalam cerita terjadi peristiwa yang menarik: kita bisa melihat orang lain, merasakan konflik yang mereka alami dan merasa lega bila persoalan sudah terpecahkan. Sewaktu-waktu cerita langsung mengena dengan persoalan yang sedang kita hadapi. Kebanyakan azas rohani dalam Alkitab disampaikan dalam bentuk cerita. Melalui cerita Alkitab kita mengerti cara Allah bekerja dan bertemu dengan manusia yang belajar hidup menurut Firman Tuhan.


BAGAIMANA MEMPERSIAPKAN CERITA?
Banyak guru ‘gagal’ dalam bercerita karena mereka kurang menyediakan waktu untuk menyiapkan sebuah cerita. Kita tahu banyak halangan yang terjadi, seperti: sakit, lelah, banyak pekerjaan kantor, kedatangan tamu, dsb. Akhirnya kita kurang berhasil mengenal dan menguasai cerita yang akan kita sampaikan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat kita mempersiapkan bahan cerita:
  • Membaca dan merenungkan. Guru harus menyediakan waktu untuk membaca dan merenungkan cerita/bahan Alkitab yang akan disampaikan kepada anak didiknya, secara keseluruhan dan berulang-ulang dan meminta kepada Tuhan untuk membuka hati guru agar menerima sesuatu yang baru dari bahan tersebut. Apa yang kita dapatkan itulah yang dapat kita sampaikan kepada anak-anak dalam aplikasi. Terkecuali untuk bahan yang sudah disusun berdasarkan kurikulum oleh departemen kurikulum, guru tinggal mendalami dan merenungkannya sehingga sebelum firman itu menyentuh hati anak-anak, pertama kali telah menyentuh pribadi guru.


  • Memperhatikan tokoh dalam cerita yang akan kita bawakan dengan detail, seperti: jenis kelaminnya, bentuk badannya, rupanya, kedudukannya/jabatannya, wataknya, hubungannya dengan orang lain serta persoalan yang sedang ia hadapi.


  • Memperhatikan tempat/setting dalam cerita: di tempat atau di jalan mana terjadi, di kota atau di desa, di padang belantara atau di jalan yang sunyi, di sungai, di goa, di bukit, di bait suci, dsb. Ada baiknya bila kita menggunakan kamus Alkitab, ensiklopedia dan membaca apa yang dikatakan mengenai tempat tersebut, bila perlu kita gambar/gunakan petanya.


  • Waktu kejadian: pagi, siang, sore, malam hari atau dini hari. Tempat dan waktu kejadian ini akan mewarnai cerita sehingga cerita menjadi lebih hidup seperti sebuah film yang sedang diputar di hadapan anak-anak.


  • Kata-kata yang sukar. Dalam Alkitab banyak sekali kata-kata yang sukar atau tidak biasa dipergunakan untuk anak-anak. Kita dapat menjelaskan kata-kata tersebut pada awal cerita atau boleh dalam cerita yang sedang kita bawakan.


  • Memperhatikan peristiwa/kegiatan yang terjadi dalam cerita. Untuk guru pemula hal ini sangat penting untuk lebih mempermudah mengingat jalannya cerita. Kita dapat menggarisbawahi setiap kata kerja yang ada dalam bahan yang akan kita sampaikan untuk mempermudah menghafal dan mengapresiasikan kepada anak-anak.


  • Menghayati cerita. Hal ini diperlukan latihan berulang-ulang. Kita butuh konsentrasi dan bila perlu menutup mata untuk membayangkan peristiwa itu terjadi di depan mata. Dengan demikian kita menyampaikan cerita, seolah-olah kitalah saksi mata dalam cerita tersebut.


  • Menetapkan tujuan dan metode. Kita harus menetapkan tujuan cerita yang kita sampaikan berikut metode yang akan kita gunakan dalam menyampaikan cerita tersebut. Satu cerita bisa jadi memiliki beberapa tujuan, tetapi guru harus menetapkan satu tujuan saja.


  • Membuat aplikasi/penerapan. Tujuan yang telah kita tetapkan tadi perlu disampaikan dengan satu atau beberapa kalimat agar dapat diterapkan dalam kehidupan anak sehari-hari.



BERSAMBUNG...
Share this article :

+ komentar + 5 komentar

3 November 2009 16.20

terimakasih atas sharingnya...mudah-mudahan saya bisa lebih mempersipakan bahan dan materi dengan matang,walapun saya juga Guru SM tapi kadang saya juga belum bisa mempersiapkan materi dan bahan dengna benar...ngomong-ngomong bonekanya bagus.

28 April 2010 10.09

mungkin dengan video cerita Alkitab anak berbentuk kartun, anak-anak akan lebih mudah mengenal kasih Tuhan.

9 September 2010 21.18

marilah kita umat tuhan jesus lebih peduli terhadap sesama satu iman,dimulai dari sekolah mingu,praremaja,remaja dan dewasa,agar kualitas kristen semakin mantap

11 September 2010 01.34

Shalom. Rajawali Kecil luar biasa! Bagi rekan Guru Sekolah Minggu atau para orang tua yang memerlukan bahan ajar sekolah minggu seperti buku mewarna, puzzles, cerita alkitab, cerita dengan power point, dll, tersedia ribuan bahan yg bisa di print atau download gratis di http://bahansekolahminggu.wordpress.com.

25 Maret 2012 08.57

anak-anak adalah generasi penerus walau masih pada bandel n sussah diatur, tapi percaya,,, bahwa apa yang diceritakan akan tertanam dalam hatinya dan suatu saat mereka akan menyadari setiap makna dalam cerita Alkitab

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. RAJAWALI KECIL - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger