Home » » DRAMA NATAL : SEUNTAI KASIH UNTUK BUDI

DRAMA NATAL : SEUNTAI KASIH UNTUK BUDI


Berhubung banyak guru yang bertanya tentang drama Natal, maka untuk sementara, posting alat peraga dipending dulu, saya akan memposting bahan-bahan yang berhubungan dengan Natal. Buat yang tanya Drama Natal, mungkin Naskah ini bisa dijadikan alternatif (buat yang males rekam, ada versi MP3-nya) jadi tinggal latihan saja. Silahkan di copy dan didownload. Semoga bisa menjadi berkat.


"SEUNTAI KASIH UNTUK BUDI"

MUSIK OPENING (Musik Natal)

PROLOG
Ada kehidupan yang seringkali tidak kita perhatikan, bahwa saat semua orang bersukacita merayakan Natal, mereka sama sekali tidak merasakan sentuhan kasih Natal.

BABAK I
Suasana redup menjelang malam
Setting: Pinggir jalan/bawah jalan layang


LAGU SI BUDI KECIL (Album Iwan Fals) Satu Bait
Musik Fade Out (perlahan meredup)
Background suara mobil-mobil di jalanan

BUDI
(Terduduk, mendekap korannya, menggigil kedinginan)
Brrr….brrr….dinginnya….dari tadi hujan deras tidak henti-henti.
Mana koranku belum laku semua. (melihat ke atas) Udah mau malam lagi….
Huhh…(kesal) mana aku bisa makan kalau begini

MUSIK MELO

GITO
(berlari-lari menghampiri Budi dengan gembira, rambutnya basah)
Hai Bud, aku dapat rejeki nomplok hari ini.
Koranku diborong sama om-om yang naik sedan biru tadi.
Udah gitu dia memberiku uang limapuluh ribuan dan nggak mau kukasih kembaliannya.

BUDI
Wah, kamu beruntung, To. (Sedih)
Nasibku lagi nggak bagus hari ini.

GITO
Loh, kok kamu sedih begitu sih? Memangnya ada apa?

BUDI
(Sedih) Lihat saja. (menyodorkan korannya) Koranku belum laku dari tadi.
(menendangkan kakinya) Nggak tahu deh, To. Apa aku bisa makan malam ini.
Dari pagi saja aku baru makan dua potong singkong goreng.

MUSIK RIANG

GITO
Sudahlah, jangan dipikirin. Kita kan teman. Susah senang kita hadapi bersama.
Yuk, kita makan di warteg Mbok Jum.
Kamu boleh makan pakai ayam goreng yang besar (riang)


BUDI
Betul, To? Terus koranku?

GITO
Kalau kamu belum cape, sesudah makan kita jual setengah harga di bis kota, Oke?

BUDI
Oke deh…

MUSIK SERU

BREWOK
Wah, kayaknya kalian sedang senang nih. Dapat rejeki nomplok ya?

GITO
Eh, Bang Brewok. Enggak Bang. Koran kami baru laku sedikit.

BUDI
Iya Bang, lihat nih. Masih banyak yang belum terjual.

BREWOK
(membentak) DIAM! Kalian pikir aku anak TK, bisa kalian bodoh-bodohin begitu.
Kalian pikir aku nggak denger apa yang kalian omongin tadi.
Udah, ayo sekarang serahin duit limapuluh ribuan tadi.

GITO
Tapi bang, itu kan harus disetorin ke agen

BREWOK
Bodo amat. (membentak) Cepat serahin duit itu!
(menarik krah baju Gito)

BUDI
Jangan Bang (BUK!! memukul punggung Brewok)

BREWOK
(Melepaskan Gito, Berbalik, Marah Menghadapi Budi)
Kurang ajar. Berani melawan ya. Minta ditonjok ya. Nih!
(BAK, BUK, BAK, BUK, memukuli kepala dan dada Budi – Budi terkapar)

GITO
(Memegangi kaki Brewok)
Sudahlah Bud, kita nyerah aja. Sudahlah, Bang. Jangan sakiti kami.
Saya akan serahkan uang itu

BUDI
(mencoba bangun) Jangan, To. Jangan diserahin…To

BREWOK
Rupanya kamu belum jera juga ya, (menarik baju Budi)
Nih rasain !!
(BAK, BUK, BAK, BUK, memukuli kepala dan dada Budi lagi
– Budi terkapar hidung dan mulutnya berdarah)

GITO
(Berlari Memeluk Budi) Sudah, sudah Bang. Ini uangnya…Jangan sakiti Budi lagi.

BREWOK
Nah, temanmu lebih punya otak daripada kamu.
(menendang Budi) Dasar goblok! Nggak punya otak! Sok jagoan!
(Berlalu Meninggalkan Budi dan Gito – keluar panggung)

MUSIK SEDIH

BUDI
(Memegangi dadanya – sepertinya rusuknya patah)
Aduh…aduh…

GITO
(Mencoba membangunkan Budi)
Bud, kamu nggak papa?

BUDI
(terbatuk) Huk… huk…Maafkan aku, To
Aku nggak bisa menyelamatkan uangmu

GITO
Sudahlah, mungkin memang belum rejeki kita.
Tai aku masih punya uang beberapa ribu.
Kita makan yuk…
(memapah Budi – keluar panggung)

MUSIK


BABAK II
Suasana malam
Setting: Rumah Kardus/perumahan Gelandangan Estate

MUSIK SEDIH

NARATOR
Barangkali kita tidak pernah tahu, bahwa anak-anak jalanan memiliki banyak persoalan yang membuat mereka takut. Kejahatan para berandal jalanan, tak jarang membuat anak-anak yang menderita ini semakin menderita.

IMAH
Min, sampai malam gini kok. Budi ama Gito belum pulang ya?

MINI
Iya, ya…Jam sembilan atau jam sepuluh sudah pulang.
Tapi ini udah tengah malam, mereka kok belum pulang juga
Jangan-jangan….

IMAH
Jangan-jangan apaan Min?

MINI
Itu…. Kabarnya Bang Brewok yang lima bulan lalu ditangkap polisi,
sekarang udah keluar dari penjara

IMAH
Lalu apa hubungannya ama Gito dan Budi?

MINI
Kamu nggak tahu ya?
Tempat Gito dan Budi berjualan koran itu kan daerah kekuasaannya Bang Brewok
Aku kuatir…

MUSIK SERU

TIBA-TIBA GITO DATANG MEMAPAH BUDI

BUDI
Aduh…Aduh…(memegangi dadanya)

GITO
Mini, Imah, tolongin Budi dong…

IMAH
(PANIK) Ya ampun…Budi kenapa To?

MINI
(PANIK JUGA) Apa yang terjadi sama Budi, To. Kenapa jadi babak belur begini?
Kalian berantem ya?

GITO
Aduh..jangan banyak tanya dulu dong. Biarkan budi istirahat dulu
Nanti baru aku cerita
(membaringkan Budi di lantai beralas kardus)

BUDI
Aduh…Aduh…Aduh…

IMAH
Gito pelan-pelan dong, kasihan kan Budi

GITO
Duh… yang sayang sama Budi

MINI
Sudah-sudah, teman sakit, sempat-sempatnya kalian bercanda.
Sana cariin air hangat buat kompres. Aku mau beli obat buat Budi

GITO - IMAH
Iya mak sayang….(kabur..)

MINI
Huhh…dasar anak-anak bandel…
(menyelimuti Budi dengan kain kusam)

BUDI
Min…Min…(suara pelan)

MINI
Ada apa, Bud?

BUDI
Nggak usah beli obat. Uangmu ditabung saja, buat sekolah….
Aku nggak papa kok…

MINI
Sudahlah…uang bisa dicari lagi. Yang penting kamu sembuh dulu.
Tenang…Nggak usah kuatir soal besok.
Kamu istirahat dulu ya…Aku mau beli obat…

LAMPU DIMATIKAN
MUSIK SEDIH


BABAK III
Suasana malam
Setting: Perumahan Gelandangan Estate

MUSIK NATAL (HOLY NIGHT) Pelan

NARATOR
Tiga minggu telah berlalu. Namun budi belum juga sembuh.
Sementara lonceng gereja berdentang. Orang-orang bersukacita merayakan Natal.
Teman-teman Budi sibuk mencari sesuap nasi.
Dan Budi terbaring menggigil dalam tikaman udara Desember yang dingin…

Budi
(batuk) Uhuk..uhuk…
Aduh…dadaku sakit sekali…aduh…kepalaku pusing sekali…
Bapak…Emak….kalian ada dimana?
Seandainya dulu rumahku tidak digurus oleh Pemda…
seandainya waktu itu aku tidak meninggalkan emak…huk…huk..(batuk)
seandainya aku tidak bermain terlalu jauh waktu itu…tentu aku tidak terpisah dari emak…
aku pasti tidak jadi gelandangan seperti ini…hik..hik…(terisak-isak)

SUARA LONCENG (KERAS)
MUSIK NATAL (HOLY NIGHT)

BUDI
(Batuk) Lonceng gereja….??? Apakah ini sudah hari Natal..
Kalau aku sehat aku bisa mengamen lagu-lagu Natal…
Orang-orang Kristen pada malam Natal biasanya sangat murah hati..
(batuk lagi) Huk huk…coba kalau mereka lakukan setiap hari….huk huk…
(Mencoba duduk dan meraih buku/traktet kecil “SESEORANG MENGASIHIMU”)

MUSIK SEDIH
NARATOR (Diiringi musik Natal)
Budi membuka buku itu…tak banyak tulisan di sana.
Hanya kisah seorang anak prengemis yang dianiaya bapaknya
Lalu mendapatkan kertas bertuliskan SESEORANG MENGASIHIMU
Dan orang itu adalah YESUS KRISTUS…

BUDI
Yesus…? Bukankah Engkau yang pernah menderita seperti aku…
Tidur di kandang di antara domba dan kambing…dengan selimut kain lampin…
Katanya Engkau sekarang ada di Rumah Bapa di Sorga…yang penuh kebahagiaan
Tak ada tangis, tak ada sakit, tak ada duka di sana….
(Melipat tangan dan berdoa)
Yesus…maukah Engkau mengasihi aku….dan membawaku ke Rumah BapaMu….

MUSIK KEJUTAN
EFEK ASAP

TIBA-TIBA MUNCUL SEORANG BERJUBAH PUTIH
KEPALANYA JUGA BERSELUBUNG KAIN PUTIH

YESUS
Anak-Ku….hari ini juga akau akan berbagi sukacita denganmu
Aku sendiri yang akan menjemputmu
Kau tak perlu lagi merasakan sakit dan kesengsaraan di dunia ini…
Kau akan beristirahat di rumah BapaKu sekarang…

BUDI
Yesus, benarkah Engkau itu…?!
Benarkah Engkau Yesus Kristus yang mengasihi semua orang sepertiku?

YESUS
Ya, ini aku…dan sekarang Aku akan mengajakmu ke rumahku
Kau lapar dan sakit bukan?

BUDI
Ya Tuhan…tapi bagaimana dengan teman-temanku?

YESUS
Ada banyak umatku yang akan kuutus untuk memperhatikan mereka, dan mengajak mereka datang pada-Ku. Dan suatu hari kelak mereka juga akan berkumpul dengan kita…
(Budi bangun digandeng Yesus – meninggalkan panggung)

LAMPU DIMATIKAN





BABAK IV
Suasana malam
Setting: Perumahan Gelandangan

MUSIK RIANG

BUDI
(Terbaring tak bergerak)

GITO
Budi..budi…aku dikasih hadiah sama gereja yang ada di pinggir jalan itu
Mereka baik sekali pada kita. Aku juga membawakannya untukmu

MINI
Iya Bud…kita juga dikasih makanan kotak yang enak
Ada daging ayam…rendang…dan…

IMAH
Ssstttt…berisik ah, orang budi lagi tidur…
Begini nih cara membangunkan orang sakit dengan lembut

GITO
Duh..yang perhatian….

IMAH
Bud..Bud…bangun Bud…kita makan yuk sayang….

GITO
Ce ile…sayang nih ye….

MINI
Sudah, To…

IMAH
Gito…Mini….Budi….Budi…

MINI
Ada apa, Mah? Ada apa dengan Budi…?

IMAH
Budi….sudah meninggal….

MUSIK KEJUTAN

GITO
Apa! Kamu jangan main-main Mah…

MUSIK KEMATIAN/SEDIH
(GITO, IMAH DAN RINI Sujud Mengelilingi jasad Budi)



GITO
Bud…bangun Bud…katanya kita mau ngamen bareng…
Katanya nanti kalau besar kita mau membangun rumah bersama…
Bud…huuuu….(menangis)

MINI
(menangis) Bud…bangun Bud…kita makan yuk….

IMAH
(menangis) Bud…Jangan tinggalkan kami…..

GITO
Budi bangun Bud….huuu…huuuu….(menangis..)

GITO, IMAH, MINI
BUDIIII…………………(menjerit bersama)

LAMPU DIMATIKAN


EPILOG
Yesus berfirman kepada kita:
Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan
untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini,
kamu telah melakukannya untuk Aku.
(Matius 25:40)




(catatan: Buat suasana sesedih mungkin pada bagian terakhir.
Suasananya bisa langsung masuk untuk refleksi Natal atau tantangan)

Aplikasi:
Bersyukur atas anugerah, berkat dan kasih Tuhan bagi kita.
Bagilah kasih kepada mereka yang miskin dan berkekurangan
Saudara seiman, anak yatim piatu, anak panti, anak gelandangan dan sebagainya…

CTT: Kalau ada yang nanya harus bayar berapa? GRATIS, tapi kalau ada yang tergerak membantu pelayanan pendidikan Rajawali Kecil di pedesaan, silahkan donasinya ke sini BCA 8015005552 a/n Iswahyudi. Terimakasih. Tuhan Memberkati lagi :)

Klik link ini untuk versi audio MP3-nya. :
atau ketikkan alamat ini pada browser anda
http://www.ziddu.com/download/6979493/Drama_SeuntaiKasihDariBudi.mp3.html
Tidak terlalu sempurna, tapi lumayan, bisa dipakai.
Selamat berlatih. Tuhan Memberkati.




Share this article :

+ komentar + 6 komentar

8 Oktober 2011 00.58

Saya sangat terharu dan di berkati dengan cerita ini..., saya minta ijin yah untuk di bawakan drama ini di gereja kami GISI di Batam. Tuhan memberkati

8 Oktober 2011 09.20

Silahkan...GBU too

3 November 2011 23.10

wah terharu sekali dengan cerita ini, minta ijin ini menjadi inspirasi drama natal di kantor kami. GBU

12 Maret 2012 10.46

Lingkungan St Paulus Paroki Hati Kudus Yesus Tasikmalaya membawakan drama ini Dalam Perayaan Natal 2011, mengharukan dan mendapat sambutan sangat baik dari penonton. Trim atas ijin download nya. Salam

1 September 2012 08.19

Wah, sangat memberkati dan menginspirasi. Terus berkarya untuk kerajaan Allah. GBU :)

8 November 2013 23.33

bleh minta izin untuk dipentaskan? Gbu

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. RAJAWALI KECIL - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger