Latest Post

PELATIHAN DI GEREJA MATIAS RASUL KOSAMBI

Gereja Katolik Matias Rasul Kosambi mengadakan fellowship guru sekolah minggu dan workshop SULAP ROHANI bersama Kak Yudi tanggal 25 Juli 2010. Dihadiri oleh 80 Guru Sekolah Minggu. Dalam Workshop ini, Kak Yudi mengajarkan beberapa lagu sekolah minggu dan 12 trik sulap rohani yang bisa dipakai sebagai peraga untuk mengajar sekolah minggu.



















Guru-guru antusias mengikuti games "Mencari Pasangan"

PELATIHAN GURU SEHARI DI CIKARANG

Tim Racil telah mengadakan pelatihan sehari guru-guru sekolah minggu GBI GRAHA BETHANY CIKARANG tanggal 24 Juli 2010. Acara diselenggarakan dari jam 09.00 - 16.30. Dihadiri oleh 53 guru-guru sekolah minggu dari Cikarang, Cikampek, Jonggol dan sekitarnya.

Tema yang dibahas:
- Visi Pelayanan Anak
- Guru Yang Kreatif
- Kreatifitas untuk acara ibadah anak/Sekolah minggu
- Workshop: membuat boneka sederhana dari sendok, kaos kaki, kotak sabun, dan centong


SEJARAH SEKOLAH MINGGU

Memperingati Hari Anak, saya mencoba memposting Sejarah Sekolah Minggu, karena saya yakin, banyak sekali guru Sekolah Minggu dan para pembina anak yang belum tahu cerita tentang bagaimana pelayanan Sekolah Minggu pertama kali diselenggarakan.

Kalau kita menelusuri kembali ke jaman Perjanjian Lama, maka sebenarnya Alkitab telah memberikan perhatian yang serius terhadap pembinaan rohani anak. Pada masa itu pembinaan rohani anak dilakukan sepenuhnya dalam keluarga (Ul. 6:4-7). Sejak sebelum usia 5 tahun anak telah dididik oleh orang tuanya untuk mengenal Allah Yahweh. Pada masa pembuangan di Babilonia (500SM), ketika Tuhan menggerakkan Ezra dan para ahli kitab untuk membangkitkan kembali kecintaan bangsa Israel kepada Taurat Tuhan, maka dibukalah tempat ibadah sinagoge dimana mereka dapat belajar Firman Tuhan kembali, termasuk diantara mereka adalah anak-anak kecil. Orangtua wajib mengirimkan anak-anaknya yang berusia di bawah 5 tahun ke sekolah di sinagoge. Di sana mereka dididik oleh guru-guru sukarelawan yang mahir dalam kitab Taurat. Anak-anak dikelompokkan dengan jumlah maksimum 25 orang dan dibimbing untuk aktif berpikir dan bertanya, sedangkan guru adalah fasilitator yang selalu siap sedia menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.

Ketika orang-orang Yahudi yang dibuang di Babilonia diijinkan pulang ke Palestina, maka mereka meneruskan tradisi membuka tempat ibadah sinagoge ini di Palestina sampai masa Perjanjian Baru. Tuhan Yesus ketika masih kecil, juga sama seperti anak-anak Yahudi yang lain, menerima pengajaran Taurat di sinagoge. Dan pada usia 12 tahun Yesus sanggup bertanya jawab dengan para ahli Taurat di Bait Allah. Tradisi mendidik anak-anak secara ketat terus berlangsung sampai pada masa rasul-rasul (1Tim. 3:15) dan gereja mula-mula. Namun, tempat untuk mendidik mereka perlahan-lahan tidak lagi dipusatkan di sinagoge tetapi di gereja, tempat jemaat Tuhan berkumpul.

Tetapi sayang sekali pada Abad Pertengahan gereja tidak lagi memelihara kebiasaan mendidik anak seperti abad-abad sebelumnya. Bahkan orang dewasapun tidak lagi mendapatkan pengajaran Firman Tuhan dengan baik. Barulah pada masa Reformasi, gerakan pengembalian kepada pengajaran Alkitab dibangkitkan lagi, dan pendidikan terhadap anak-anak mulai digalakkan kembali, khususnya melalui kelas Katekismus. Untuk itu hanya para pekerja gereja sajalah yang diijinkan untuk terlibat dalam pembinaan. Namun sedikitnya orang yang terlatih untuk mengajarkan kelas Katekismus ini menyebabkan pelayanan anak ini menjadi mundur bahkan perlahan-lahan tidak lagi menjadi perhatian utama gereja dan diadakan hanya sebagai prasyarat bagi anak-anak yang akan menerima konfirmasi (baptis sidi).

Barulah pada abad 18, seorang wartawan Inggris bernama Robert Raikes, digerakkan oleh rasa cinta kepada anak-anak, membuat suatu gerakan yang akhirnya mendorong lahirnya pelayanan Sekolah Minggu!

Pada masa akhir abad 18, Inggris sedang dilanda suatu krisis ekonomi yang sangat parah. Setiap orang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, bahkan anak-anak dipaksa bekerja untuk bisa mendapatkan penghidupan yang layak. Pada saat itu wartawan Robert Raikes, mendapat tugas untuk meliput berita tentang anak-anak gelandangan di Gloucester bagi sebuah harian (koran) milik ayahnya. Apa yang dilihat Robert sangat memprihatinkan sebab anak-anak gelandangan itu harus bekerja dari hari Senin sampai Sabtu. Apa yang dilakukan anak-anak pada hari Minggu itu? Hari Minggu adalah satu-satunya hari libur mereka sehingga mereka habiskan untuk bersenang-senang, tapi karena mereka tidak pernah mendapat pendidikan (karena tidak bersekolah), anak-anak itu menjadi sangat liar, mereka minum-minum dan melakukan berbagai macam kenakalan dan kejahatan.

Melihat keadaan itu Robert Raikes bertekad untuk mengubah keadaan. Ia dengan beberapa teman mencoba melakukan pendekatan kepada anak-anak tersebut dengan mengundang mereka berkumpul di sebuah dapur milik Ibu Meredith di kota Scooty Alley. Di sana selain anak-anak mendapat makanan, mereka juga diajarkan sopan santun, membaca dan menulis. Tapi hal paling indah yang diterima anak-anak di situ adalah mereka mendapat kesempatan mendengar cerita-cerita Alkitab.

Pada mulanya pelayanan ini sangat tidak mudah. Banyak anak-anak itu datang dengan keadaan yang sangat bau dan kotor. Namun dengan cara pendidikan yang disiplin, kadang dengan pukulan rotan, tapi dilakukan dengan penuh cinta kasih, anak-anak itu akhirnya belajar untuk mau dididik dengan baik, sehingga semakin lama semakin banyak anak datang ke dapur Ibu Meredith. Semakin banyak juga guru disewa untuk mengajar mereka, bukan hanya untuk belajar membaca dan menulis tapi juga Firman Tuhan. Perjuangan yang sangat sulit tapi melegakan. Dan dalam waktu 4 tahun sekolah minggu itu semakin berkembang bahkan ke kota-kota lain di Inggris, dan jumlah anak-anak yang datang ke sekolah hari minggu terhitung mencapai 250.000 anak di seluruh Inggris.

Mula-mula, gereja tidak mengakui kehadiran gerakan Sekolah Minggu yang dimulai oleh Robert Raikes ini. Tetapi karena kegigihannya menulis ke berbagai publikasi dan membagikan visi pelayanan anak ke masyarakat Kristen di Inggris, dan juga atas bantuan John Wesley (pendiri gereja Methodis), akhirnya kehadiran Sekolah Minggu diterima oleh gereja. Mula-mula oleh gereja Methodis, akhirnya gereja-gereja protestan lain. Ketika Robert Raikes meninggal dunia thn. 1811, jumlah anak yang hadir di Sekolah Minggu di seluruh Inggris mencapai lebih dari 400.000 anak. Dari pelayanan anak ini, Inggris tidak hanya diselamatkan dari revolusi sosial, tapi juga diselamatkan dari generasi yang tidak mengenal Tuhan.

Gerakan Sekolah Minggu yang dimulai di Inggris ini akhirnya menjalar ke berbagai tempat di dunia, termasuk negara-negara Eropa lainnya dan ke Amerika. Dan dari para misionaris yang pergi melayani ke negara-negara Asia, akhirnya pelayanan anak melalui Sekolah Minggu juga hadir di Indonesia.

GAMBAR UNTUK ALAT PERAGA

YOAS


Silahkan download dan print sendiri gambar-gambar berikut untuk keperluan alat peraga cerita di sekolah minggu anda.

Klik YOAS

atau copy-paste alamat ini di browser address Anda: http://www.ziddu.com/download/10747014/YOAS.rar.html

Panduan download buat yang masih bingung/belum ngerti:
1. Klik pada tulisan YOAS atau copy paste alamat link di atas pada browser address Anda
2. Anda akan masuk ke ziddu.com > klik tombol Download
3. Masukkan kode anti spamnya
4. Save pada hardisk/my document Anda> tunggu sampai selesai
5. Buka (ekstrack) file dengan program winrar atau 7zip

Healing Movement Camp Kids di Pekan Baru

Tanggal 9-10 Juli 2010 Kak Yudi pergi ke Pekan Baru untuk mengisi Healing Movement Camp (HMC) Kids di GBI Jl. Tambusai, Pekan Baru.

Acara ini ternyata baru pertama kali diselenggarakan. Tapi ternyata pesertanya banyak juga. Ada 130 Anak. Acara dimulai jam 6 pagi sampai jam 6 sore.

Sessi 1: Pemulihan Gambar Diri oleh Pdp. Sondang Sihombing
Sessi 2: Kesembuhan Luka Batin oleh Kak Yudi
Sessi 3: Pemulihan Hati Bapa

Pada sessi ketiga, orang tua juga hadir. Dan puji Tuhan. Tuhan bekerja luar biasa, banyak anak dipulihkan bersama orang tua mereka.

Barangkali gereja-gereja lain juga perlu mengadakan event-event seperti ini, mengingat zaman ini, banyak anak yang mengalami kekecewaan kepada orang tuanya, terutama kepada bapaknya.

Bila kita mau keluarga kita diberkati Tuhan, maka jangan ada akar pahit di antara anggota keluarga kita. Baik antara ayah dan ibu, atau anak dan orang tua.

Maleakhi 4:5-6 berkata:"Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah."


KAMU BISA GONCANGKAN DUNIA


Ada seekor tikus kecil yang selalu merasa minder karena sering diejek oleh teman-temannya, hewan-hewan lain. Tikus ini juga cacat pada salah satu kakinya, dan itu membuatnya semakin minder.

Si tikus kecil pernah berangan-angan untuk mengikuti perlombaan para binatang. Tapi mana mungkin? dia kecil dan cacat...mana mungkin jadi juara.

Suatu hari, tikus kecil itu bertemu dengan gajah. Ia begitu kagum pada gajah yang badannya besar. Kalau gajah itu berjalan, tanah di sekitarnya berguncang. "Wah, dia binatang yang luar biasa...Dia hebat sekali!" seru si tikus kecil.

"Hai, tikus kecil, mengapa memandangku seperti itu?" tanya si gajah.

"O, aku terpesona padamu. Kamu hebat dan luar biasa." kata si tikus kecil.

"Apanya yang hebat?" tanya si gajah lagi.

"Ya, badanmu besar, tenagamu besar, kau bisa membuat bumi bergetar hanya dengan berjalan saja." puji si tikus kecil.

"Ha ha ha..." gajah tertawa."Kamu terlalu memujiku, bocah kecil." sahut sang gajah.

"Maukah kau menjadi sahabatku, gajah yang hebat?" tiba-tiba tikus kecil bertanya.

"Mengapa tidak. Aku senang bersahabat dengan siapa saja." jawab gajah.

Tikus kecil itu sangat bahagia karena sekarang punya sahabat yang hebat. Si gajah yang besar dan baik hatinya.

"O, aku lupa. Aku harus menyeberang, sebelum hari menjadi malam." kata si gajah sambil menatap jembatan yang ada di atas sebuah sungai tak jauh dari tempat mereka berbincang-bincang.

"Bolehkah aku ikut denganmu?" tanya tikus kecil.

"Tentu saja. Naiklah ke punggungku." jawab si gajah.

Maka naiklah si tikus kecil ke punggung gajah. Ketika mereka melintasi jembatan, maka tampaklah jembatan itu bergetar dan bergoyang-goyang.

"Wow...keren." Seru si tikus kecil.

"Apanya yang keren?" tanya gajah.

"Bersama kamu, aku bisa menggoncangkan jembatan ini." sahut tikus sambil tertawa bangga."Aku yakin, kalau aku bersamamu, aku pasti bisa jadi juara apa saja.."

Gajah pun ikut tertawa mendengar jawaban si tikus.

Pesan:
Adik-adik, Kalian mungkin merasa tidak berdaya, merasa kecil, cacat, tidak berguna, karena orang lain sering mengejekmu demikian. Tapi bersahabtlah dengan Tuhan, Bapa kita di sorga. dan berjalanlah bersama-Nya, maka kamu bisa menggoncangkan dunia dengan perkara-perkara yang luar biasa! Tetap semangat, Jangan menyerah! GBU All

LAGU PERSAHABATAN

Kau temanku, ku temanmu, kita selalu bersama
Seperti mentega dengan roti
Kau temanku, ku temanmu, kita selalu bersama
Seperti celana dengan baju

Ku selalu mendukungmu
Mendorongmu terus maju
Dan bila kau jatuh
Ku kan mengangkatmu dalam Tuhan
wo wo wo....

Kau temanku...dst
video

SEMINAR "GURU KREATIF"


Perwil 1 DPA GBI Banten telah mengadakan pelatihan Guru-Guru Sekolah Minggu, dengan tema "Guru Kreatif" yang dihadiri oleh 40 Guru Sekolah Minggu dari gereja-gereja lokal yang berada di wilayah perwil 1. Pembicara dalam seminar ini adalah Kak Yudi dari Rajawali Kecil dan pengurus DPA Banten bidang anak.


Kak Yudi sedang menyampaikan materi seminar

Acara nyanyi jadi lebih semangat kalau kreatif

Acara dimulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB
dalam seminar disampaikan beberapa point:

1. Bedanya orang kreatif dan orang malas
2. Untuk jadi kreatif:
- Harus punya motivasi yang kuat dalam melayani anak
- Menyadari potensi anak yang begitu besar baik untuk penginjilan maupun bidang lain
- Mau terus belajar
- Masalah (the power of kepepet)
3. Apa saja yang bisa dibuat kreatif dalam acara sekolah minggu:
- Pujian yang kreatif (workshop)
- Cerita yang kreatif
- Alat peraga yang kreatif
- Manajemen kelas (pengaturan duduk, dekorasi, dll)
- Acara-acara khusus yang kreatif seperti pesta donat, pesta mawar, dll
4. Sulap untuk mengajar (workshop) ada 12 trik diajarkan dalam workshop


Dalam seminar ini juga diajarkan lagu-lagu baru, baik lagu gembira maupun lagu doa yang pasti akan menambah perbendaharaan lagu sekolah minggu.

PROGRAM ORANG TUA ASUH

Ada banyak anak-anak di desa yang tidak bisa sekolah, karena tidak ada biaya.
Rajawali Kecil mengajak teman-teman untuk berbagi dengan menyisihkan sedikit berkat yang kita miliki untuk mebiayai mereka.

Sudah ada 10 nama yang masuk ke Rajawali Kecil untuk mendapat bea siswa.
Ada 3 yang kelas 3 SMP dan siap masuk ke SMA
Kami memberikan Rp. 60.000/bulan untuk biaya sekolah dan buku-buku pelajaran.
Kami tidak akan mampu tanpa dukungan sahabat-sahabat yang mengasihi pelayanan ini.
Bila sahabat-sahabat tergerak dan mau mendukung Program Orang Tua Asuh ini, silahkan mengirimkan berkat sahabat ke rekening BCA Cabang Gading Serpong No. 8015005552 a/n Iswahyudi

Laporan penerimaan & pengeluaran akan dikirimkan melalui email kepada para sahabat yang telah memberikan berkatnya.

Dan bagi teman-teman di daerah yang mau merekomendasikan anak-anaknya, silahkan kirim biodatanya melalui email ke: yudipribadi@yahoo.com

PERJALANAN KE BERAU, KALTIM

Tanggal 1-4 Juli 2010, Kak Yudi ke GPdI Green Bethany, Berau, Kalimantan Timur. Hari pertama seminar untuk anak 2 sessi, seminar guru 1 sessi, malamnya seminar orang tua "mendidik anak". Hari kedua: seminar anak 2 sessi, malamnya KKR Anak. Hari ketiga: Khotbah di ibadah umum, Seminar Guru (Workshop alat peraga & sulap rohani), malamnya KKR Pemulihan Orang Tua - Anak.

Saya kagum pada semangat Opa Pdt. Lukman. Saya kagum pada kisah pelayanannya membangun jemaat dari 0. Dan di usia lanjutnya, beliau tetap semangat melayani, bahkan tidak malu-malu ikut bernyanyi pakai gerakan seperti anak-anak sekolah minggu saat ibadah.

Terimakasih buat saudara-saudaraku di Berau. Terutama keluarga Opa Lukman, Bro Jims dan Sus Caroline. GBU all....


Suasana KKR Anak


Suasana KKR Pemulihan Orang Tua-Anak


Lihat, Opa Pdt yang sudah sepuh saja antusias nyanyi pakai gerakan
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. RAJAWALI KECIL - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger