Home » » CERITA NATAL: KISAH 3 POHON NATAL

CERITA NATAL: KISAH 3 POHON NATAL

Cerita yang ini alat peraganya bisa pohon natal kecil, sedang dan besar. Bisa juga pakai anak-anak, kecil, sedang dan besar. Bisa juga diajak lomba dulu menghias pohon natal. Pohon natalnya anak-anak tadi: kecil, sedang dan besar. Hiasanya bisa pakai kertas krep, koran bekas, kapas, dll...Nanti yang paling bagus dapat hadiah kelompoknya. Nah habis main, dipakai cerita deh, dijadiin alat peraga. Ceritanya begini: 

1. Ada 3 pohon Natal sedang dipajang di toko. Pohon-pohon itu mulai saling bertanya, kira-kira siapa yang paling berarti dan membuat Natal ini berkesan bagi banyak orang ya? 

2. Pohon yang besar mulai menyombongkan diri: orang-orang pasti akan memilihku, karena aku paling besar dan orang banyak bisa berkeliling di sekitarku dan mengagumi aku. 

3. Benar saja, pohon natal besar itupun dibeli (ambil anak yang besar dan letakkan di atas panggung) dan dipajang di tengah-tengah sebuah mall/pusat perbelanjaan. Wow, besar sekali. Semua orang yang lewat melihat dan kagum. Wow pohon natalnya keren. Tapi hampir tidak ada yang berhenti di dekat pohon itu dan mengaguminya lama-lama, mengapa? karena semua orang sedang sibuk berbelanja. Banyak diskon di toko-toko, jadi tidak sempat memandang pohon natal besar itu. Yah...sia-sia deh dia dipajang di tengah mall yang besar kalau dia tidak bisa memberi kesan dan arti bagi banyak orang di Natal ini. 

4. Di toko tinggal ada pohon sedang dan kecil. Pohon yang sedang itu mulai berkata: hai pohon kecil, aku jamin orang pasti akan membeliku juga dan meletakkan aku di sebuah rumah yang besar atau kantor yang besar sehingga banyak orang juga yang akan mengagumi aku dan pastinya aku akan sangat berkesan bagi mereka. 

5. Benar saja, pohon natal sedang itu pun dibeli (ambil anak sedang dan letakkan di panggung agak jauh dari anak besar). Wah...ternyata ia diletakkan di lobi sebuah kantor. Tapi sayang, orang yang lewat hanya memalingkan pandangannya sebentar pada pohon itu, lalu tak peduli...semua sibuk. Dan besoknya, kantor itu sepi karena libur Natal. Pohon natal sedang itupun sedih karena kehadirannya sia-sia. 

6. Tinggal pohon natal kecil. Ia dibeli oleh seorang ayah yang sederhana. Pikir pohon itu, mana mungkin aku bisa berarti bagi banyak orang...kelihatannya bapak ini tidak punya keluarga...Tapi ternyata ia salah. Bapak itu membawa pohon natal kecil ke sebuah rumah kayu. DI rumah itu ada opa, oma, papa, mama, kakak, adik, bahkan ada juga om dan tante. Mereka telah berkumpul untuk merayakan natal. Pohon natal itupun di letakkan di tengah ruangan. Lalu pada malam natal semua orang dalam rumah itu berkumpul mengelilingi pohon natal kecil itu sambil menyanyi dan menyembah Tuhan. Semua tampak gembira. 

7. Pohon Natal kecil jadi terharu, ia senang bisa hadir dalam keluarga sederhana ini. Ia senang telah memberi arti bagi keluarga ini. Meskipun keluarga ini sederhana, tapi kasih dan sukacita selalu ada di sana. Dan meskipun pohon natal itu kecil...ia bisa berarti bagi banyak orang dalam keluarga itu. 

 Pelajaran: Jangan pernah menganggap dirimu kecil dan tidak berarti. Taburkanlah kebaikan, kasih dan sukacita bagi orang-orang di sekitarmu, niscaya kehadiranmu memberi arti bagi banyak orang. Terutama bagi yang menderita, yang sedih, yang butuh kasih. Kalau kamu anak-anak, kamu bisa melakukannya untuk orang tuamu. Kalau engkau orang tua, engkau bisa melakukannya untuk orang tuamu dan anak-anakmu. Kalau kamu teman, lakukanlah buat sahabatmu. Tetaplah peduli pada orang lain...dengan apa yang kamu bisa! SELAMAT MENYAMBUT NATAL
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. RAJAWALI KECIL - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger