GURU SEKOLAH MINGGU HARUS SUDAH LAHIR BARU

🥇Guru sekolah minggu atau pelayan anak bukanlah profesi sembarangan. Berbeda dengan guru pada umumnya yang dituntut memiliki kepandaian secara akademik, tetapi Guru Sekolah Minggu atau pelayan anak memiliki standard yang sesuai dengan Firman Tuhan sebab anak-anak yang mereka ajar dan mereka gembalakan bukan secara akademik, tetapi menyentuh hati dan roh mereka.

🥈Menjadi pelayan anak memang bukan hal yang mudah, sebab ia adalah panutan, diikuti dan ditiru Itu sebabnya pelayan anak harus memiliki teladan hidup, sebagai surat terbuka yang dapat dibaca oleh domba-domba kecilnya. Firman Tuhan dalam Yakobus 3:1 menyebutkan “Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.

🥉Karena itu, yang pertama yang harus dimiliki oleh seorang GSM/pelayan anak adalah sudah SUDAH LAHIR BARU. Ibarat pipa saluran air yang mengalirkan aliran air kehidupan (Firman Allah) kepada anak-anak. Bila saluran itu kotor dan berkarat, maka air yang ia alirkan tentu disertai kotoran. Oleh sebab itu seorang pelayan anak seharusnya adalah orang yang sudah lahir baru. Kelahiran baru adalah pengalaman keselamatan orang percaya yang merupakan masalah pribadi dan rahasia. Sukar untuk dapat menentukan apakah seseorang telah lahir baru atau belum. Di dalam Alkitab kita jumpai banyak ayat yang menunjukkan kepada hal ini, misalnya:
- Dilahirkan oleh Allah (Yoh. 1:13; 1 Yoh. 3:9,4:7; 5:1; 4:18).
- Keluar dari dalam maut, masuk kedalam hidup (Yoh. 5:24; 1 Yoh. 3:14).
- Menjadi ciptaan baru (2 Kor. 5:17).
- Mengenakan manusia baru (Ef. 4:24; Kol. 3:10).
- Hidup kembali (Ef. 2:5; Kol. 2:13).

🏅Dalam Alkitab tidak terlalu terang penjelasan mengenai atau bagaimana proses kelahiran baru itu terjadi. Tetapi dari Yohanes 3 kita jumpai hal kelahiran baru ini ternyata dikaitkan dengan "percaya". Hal ini menunjukkan bahwa kelahiran baru itu tidak dapat dipisahkan dengan hal "percaya". Kelahiran baru terjadi bila seseorang "percaya" kepada Yesus. Namun yang kemudian jadi masalah pula adalah sejauh mana percaya kita sehingga percaya itu memenuhi syarat kelahiran baru.

🏆Singkatnya begini, pelayan anak seharusnya adalah orang yang sudah mengenal Yesus, percaya, dan menjadikan Ia Tuhan atas hidupnya, hidup dan berlaku sesuai dengan pribadi Yesus. Jadi hukumnya HARUS guru sekolah minggu itu percaya Yesus, punya kepastian keselamatan akan hidup kekal, bagaimana mungkin ia menyelamatkan anak-anak, bila ia sendiri belum selamat. Bukan begitu kakak-kakak?

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon