MEMBUAT TABUNG PERSEMBAHAN SENDIRI




Tabung persembahan Untuk kelas Batita dan Balita:


  • Jumlah kehadiran murid di kelas saya, antara 25-35 orang anak

  • Sarana yang dipakai adalah 1 kantong persembahan (model konvensional, dengan 2 pegangan kanan kiri)

  • Acara persembahan, merupakan salah satu acara favorit di kelas, dan tiap anak berusaha terlibat memberi atau bahkan mengumpulkan persembahan

  • Karena hanya 1 kantong saja, anak anak berebut ingin membantu mengumpulkan persembahan, sampai satu kantong itu di pegang oleh 4 anak, yaitu 2 di kanan, 2 di kiri

  • Karena hanya 1 kantong, acara persembahan bisa terlalu lama dan membosankan bagi anak yang tidak kebagian pegang kantong

  • Jika membeli kantong lagi, paling tidak 2 buah kantong, dan harga relatif mahal (tempo hari 100 ribuan - maklum anggaran SM terbatas), dan modelnya ya...begitu begitu saja

  • Muncul ide membuat wadah persembahan murah dan menarik, tidak harus berupa kantong, dalam jumlah banyak

  • Wadah Persembahan:
  • Di buat dari tabung bekas tempat potato chips (mister potato atau pringles) atau bisa juga gunakan tempat lain, yang "mulutnya" tidak terlalu besar

  • Wadah ini di balut dengan kertas asturo sebagai warna dasar. buat beberapa wadah dengan berbagai warna dasar

  • Hiasi dengan pola hias misalkan bunga, burung, pemandangan di Golgota (bukit dan salib), siluet anak berdoa dan lain sebagainya


Sharing Penggunaan:

  • Anak senang dengan wadah baru ini, dan lebih banyak anak bisa menjadi petugas pengumpul persembahan

  • Anak yang akan memberi persembahan, bisa memilih, memasukan uang nya di wadah yang merah...biru...hijau...atau mana saja pilihannya

  • Acara ini dapat dipakai mengenalkan warna pada anak-anak

  • Ada anak yang sangat pemalu dan pendiam, selama ini tidak pernah mau terlibat kegiatan apapun di kelas (menyanyi ke depan, memperagakan cerita, ikut gerakan saat menyanyi dsb). Saya coba "rayu" dia menjadi petugas pengumpul persembahan ini. Ia memang Cuma berdiri di tempatnya sambil pegang wadah, teman2nya yang datang padanya memberi persembahan. Dia juga tetap tidak mau maju kedepan ketika akan doa persembahan. :-( Minggu berikutnya, mamanya memberitahu saya, hari itu anaknya ngotot minta pakai baju merah lagi, katanya di suruh oleh kak... :-) ah....kesempatan memotivasinya lebih banyak ikut dalam kegiatan di kelas


EmoticonEmoticon