NGAKUNYA GURU SEKOLAH MINGGU....

Ngakunya guru sekolah minggu, tapi hpnya isinya nggak ada lagu sekolah minggu, malah lagunya Katty Perry, Bruno Mars, dan sejenisnya...
Ngakunya guru sekolah minggu, tapi bacaannya novel dewasa, ya mbok mbaca buku-buku tentang anak, atau novel-novel semacam Toto Chan, Sheila, dan sejenisnya yang membuka wawasan bagaimana menghadapi anak-anak, terutama yang "unik"
Ngakunya guru sekolah minggu, tapi nggak pernah baca Alkitab, nggak pernah ngapalin ayat...lha kalo minggu maksa2 anak supaya baca Alkitab dan hapal ayat, piye to???
Ngakunya guru sekolah minggu, tapi lagu sekolah minggu cuma bisa happy ya ya ya, sama kingkong badannya besar...emang nggak ada lagu yang lain?
Ngakunya guru sekolah minggu, tapi nggak pernah persiapan sebagaimana guru yang profesional, mau ngajar baru baca sabtu malam atau malah minggu pagi, kebangetan ya...
Ngakunya guru sekolah minggu, tapi sama anak-anak nggak 'care' malah suka marah-marah, eh ada juga loh yang pakai nyubit, hmmmm
Ngakunya guru sekolah minggu, tapi tontonannya Utaran, Anak Jalanan, Drakor dan sejenisnya... pertanyaannya dapat pelajaran apa dari situ ya???
Ngakunya guru sekolah minggu, ngajari anak-anak bohong itu dosa, marah itu dosa, nakal itu dosa, bertengkar itu dosa, ngambek itu dosa..lah, sendirinya ada beda pendapat sama temen guru, ditegur sama ketua, ngambek...nggak ngajar lagi, malah ada yang nggak mau ke greja lagi loh...terus apa yang mau diteladankan pada anak-anak???
Ngakunya guru sekolah minggu, harusnya kita bisa di "Gugu dan di tiRU" (didengarkan dan diikuti ajarannya). Ajaran kita, sikap kita, perkataan kita, kasih kita...bisa selalu diteladani anak-anak yang kita ajar. Mari berubah. Sekolah minggu kita tidak akan berubah, tidak akan mengalami terobosan, tidak akan mengalami penuaian jiwa-jiwa, kalau kita sendiri sebagai gurunya belum berubah atau tidak mau berubah. AYO BERUBAH!


EmoticonEmoticon